Postingan

Menampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN

Jangan jadi musuh pelajar

Pekan lalu saya mulai karir sebagai guru di SMP. Posisinya menggantikan sementara guru bahasa Inggris yang sedang sakit (mohon doa untuk kesembuhan beliau ya..). Rasanya ya seperti biasa... Menghadapi anak-anak usia SMP tantangannya kalo bagi saya adalah: antara anak lebay dan anak jaim bergabung di satu tempat. Harus bisa mengimbangi. Remaja itu sulit dibuat terkesima... salah-salah malah kita yang dinilai alay atau sok jaim, dan mereka malah gak menghormati kita. SMP tempat saya ngajar reputasinya di Bogor terkenalnya basis anak tawuran... anak-anak ekonomi middle-low . Tapi begitu masuk kelas, sebetulnya sebagian besarnya masih sopan dan cukup serius belajar dan beraktivitas. Saya menulis ini untuk konteks aja. Bukan lagi adu nasib atau mendiskreditkan posisi ini dengan sesuatu.  Bagi orang yang merasa bahwa dunia ini hitam-putih... bahwa anak sekolah sepatutnya jadi pintar dan sopan, orang sukses itu yang kaya dan berpangkat, sebaiknya ubah mindset ini. Itu semua idealitas, dan...

Ngampus tapi gak belajar

Jujurly , semenjak kuliah saya rasa diri saya malah semakin mundur di urusan keilmuan. Di tempat yang mestinya menekan untuk belajar, tapi buku yang saya baca sepanjang kuliah tidak melampaui jumlah yang saya tamatkan selama sekolah menengah bahkan sekolah dasar untuk lebih dramatisnya. Ironis ya? Iya. Soalnya selalu aja ada alasan menunda baca buku baru apalagi yang nonfiksi kalau buku kuliah aja belum kepegang. Sulit sih memang. Buku itu menarik kalau ada obrolan disekitarnya. Siapa yang memperdebatkan teori linguistik atau jalan pikirannya Pak Antoine de Saint-Exupery di kansas atau selasar kampus? Kalopun ada pergibahan Camus dan Descartes lebih banyak di tongkrongannya anak filsafat, palingan. Padahal jurusan saya super santuy kalo mau disambi sama aktivitas berfaedah dan melejitkan karir lainnya di luar kelas. Kuliah sehari paling berapa matkul walau ngambil 24 SKS, tugas paling presentasi dan nulis, gak ada praktikum atau magang. Tapi saat itu saya soksokan ‘cukup’ banget ...